Kalau selama ini banyak dari kita terbiasa membagi tipe kepribadian menjadi tiga kategori yakni: introvert, ekstrovert, dan ambivert, ternyata ada kepribadian baru yang disebut otrovert. Istilah otrovert pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rami Kaminski, seorang psikiater, seperti yang dilaporkan oleh Colombiaone. Otrovert menggambarkan orang-orang yang merasa tidak terlalu cocok atau nyambung dengan keompok sosial tertentu. Mereka mungkin hadir di acara ramai, tapi hanya ngobrol dengan segelintir orang yang benar2 dekat.
Beberapa ciri-ciri orang dengan kepribadian otrovert:
- Punya pola pikir yang mandiri dan emosional yang stabil. - Cenderung membangun sosial yang sedikit tapi kuat. - Kreatif, tahan banting dan tidak terlalu peduli dengan norma sosial pada umumnya. - Peka dan empati, peka terhadap perasaan orang lain, meskipun tidak selalu terpengaruh tekanan sosial. - Suka hubungan mendalam, lebih mengutamakan percakapan dan hubungan yang tulus dan bermakna daripada basa basi.
Perbedaan dengan tipe lain:
- Introvert : Introvert mendapat energi dari kesendirian dan bisa lelah jika terlalu banyak bersosialisasi, otrovert bisa berenergi di keramaian - Ekstrovert : Ekstrovert mendapat energi dari interaksi sosial dan suka berada di keramaian, otrovert lebih selektif. - Ambivert : Ambivert lebih fleksibel antara introvert dan ekstrovert, otrovert lebih spesifik pada preferensi hubungan berkualitas dan kurang terikat dengan kelompok.
Banyak yang mengira otrovert sama dengan ambivert, tapi sebenarnya berbeda. Berikut beberapa perbedaan antara otrovert dan ambivert:
- Ambivert bisa berubah tergantung suasana hati dan konteks, kadang introvert, kadang ekstrovert. - Otrovert cenderung konsisten merasa agak terlepas dari dinamika kelompok, dan lebih nyaman dalam interaksi yang intim dan bermakna.
Namun, ada sisi yang harus diwaspadai seorang otrovert. Mereka sering merasa kesepian dalam kelompok, lelah berpura-pura mengikuti arus, bahkan depresi jika harus menekan sifat aslinya.
Ada beberapa ciri khas para otrovert yang bisa disalahartikan sebagai tidak loyal atau sombong karena keengganannya mengikuti acara kelompok yang tidak sesuai jati dirinya. Dalam dunia kerja, mereka yang otrovert bisa dianggap lemah dalam teamwork hanya karena sering berbeda pendapat dengan yang lain.
Otrovert dalam dunia nyata: kreatif, independen dan penuh potensi. Dr Kaminski menyebut, tokoh-tokoh terkenal seperti Frida Kahlo, Franz Kafka, Albert Einstein, dan Virginia Woolf mungkin menunjukkan ciri-ciri kepribadian otrovert. Mereka dikenal sebagai pemikir bebas, kreatif dan tidak mengikuti arus. Otrovert biasanya unggul di bidang yang membutuhkan kemandirian, kreativitas dan pemikiran mendalam. Mereka bisa berkembang dalam proyek-proyek pribadi, dunia seni atau lingkungan kerja yang menghargai kualitas daripada popularitas.
# “Jadilah dirimu sendiri, orang lain sudah mengambil peran masing-masing.” - Oscar Wilde