Walk for Peace, secara harfiah berjalan kaki untuk perdamaian adalah prosesi perjalanan kaki jarak jauh di Amerika Serikat yang diprakarsai oleh para biarawan Buddhis dari Pusat Vipassana Bhavana Huong Dao di Fort Worth, Texas, menuju Washington D.C. untuk mempromosikian perdamaian, welas asih dan non kekerasan. Perjalanan dimulai pada 26 Oktober 2025 dengan menempuh jarak sekitar 2300 mil (3.700 km). Mereka tiba di Washington D.C. pada 10 Februari 2026 setelah 108 hari. Terinspirasi oleh ajaran Buddha Gautama, walk for peace bertujuan untuk meningkatkan “Kesadaran akan perdamaian, kasih sayang dan welas asih di seluruh Amerika dan dunia.” Perjalanan dimulai di Fort Worth, Texas dan mengikuti rute melalui Amerika Serikat bagian tenggara, melewati negara-negara bagian termasuk Louisiana, Mississipi, Alabama dan Georgia. Jalur mereka berlanjut ke utara melalui Carolina dan Virginia sebelum berakhir di Washington D.C. Para Bikkhu berjalan kaki dengan kecepatan lebih dari 20 mil per hari. Mereka biasanya memulai perjalanan mereka antara pukul 06.30 - 07.00 pagi. Ada yang memakai alas kaki, ada yang telanjang kaki. Dijalani setiap hari selama 108 hari tanpa henti, dengan mengalami berbagai rintangan cuaca dingin salju sampai ada Bikkhu mengalami kecelakaan yang harus di amputasi, dan rintangan dari orang-orang yang menentang. Perjalanan itu dilakukan berjalan kaki dengan khusyuk, tanpa berkampanye, tanpa menjanjikan apapun, namun untuk menginspirasi agar timbu kesadaran perdamaian di dunia dan di dalam diri masing-masing. Dalam setiap percakapan selalu ditekankan agar selalu penuh kesadaran dan mengembangkan rasa damai. “Today is going to be my peaceful day”
Perjalanan perdamaian itu mendapat sambutan luar biasa dari warga yang tempatnya dilewati bahkan dari tempat-tempat yang jauh. Datang dari berbagai lapisan masyarakat dalam jumlah ratusan bahkan ribuan, dari berbagai ras dan etnis, dari berbagai agama dan keyakinan. Ada yang memberi bunga, mempersembahkan makanan dan minuman, beranjali (merangkapkan tangan di depan dada sebagai penghormatan), ada yang mencium tangan, bersujud, ada yang menitikkan air mata, ada yang membawa poster bertuliskan Peace dan Thank you. Banyak kali para Bikkhu memberikan berkah dan doa dalam bahasa Pali untuk mereka yang membutuhkannya. Sambutan sedemikian rupa menandakan adanya kerinduan akan perasaan tulus dan cinta kasih yang timbul dari dalam hati yang ditunjukkan oleh para Bikkhu, di saat masyarakat melihat banyak ketidakbaikkan terjadi seperti kebencian, penindasan, penembakkan, penipuan, kepalsuan, kekerasan…
Yang tidak kalah menggugah adalah adanya anjing yang mengiringi perjalanan Bikkhu tersebut. Anjing itu berasal dari India, berasal dari anjing “jalanan” yang suatu kali mengiringi para Bikkhu, yang sedang melakukan perjalanan jauh. Ia kemudian dibawa ke Amerika dan menjadi pengiring setia para Bikkhu dalam walk for peace. Ia diberi nama Aloka yang berarti “Cahaya”. Dikeningnya ada gambaran bulu berbentuk hati seolah melambangkan cinta kasih, ekornya berdiri dengan ujung melengkung sehingga berbentuk huruf P yang dianggap melambangkan “Peace”, kini Aloka dijuluki “The Peace dog.” Perjalanan panjang ini dipimpin oleh Bhikkhu Pannakara yang berusia 44 tahun, yang selalu berjalan paling depan. Dijubahnya disematkan banyak emblem, pin, lencana yang diberikan oleh polisi, Sherrif, pejabat pemerintahan sebagai tanda kehormatan dan dukungan.
# “This is the beautiful truth about peace; when you give it away, it doesn’t diminish - it multiplies. When you share joy, you don’t lose it - you create more of it” - Walk for Peace.